Pages

Subscribe:

Labels

Tampilkan postingan dengan label Memo. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Memo. Tampilkan semua postingan

Minggu, 04 Maret 2012

NAFSU

Oleh: Nasir Alhamdal

     Nafsu atau diri,jiwa,pribadi adalah bagian yang tak terpisahkan dari manusia. Allah SWT menciptakan manusia terdiri dari jasmani dan rokhani,lahir dan batin jiwa dan raga, ruh dan jasad. Nafsu adalah nama lain untuk ruh yang telah bersatu dengan jasad. Dalam filsafat penciptaan, ruh itu berasal dari alam amr,sedangkan jasad itu dari alam khalq.
        Ketika masih dalam wujud ruh maka sifat sifat kesucian masih sangat terjaga, tetapi ketika sudah dalam wujud nafsu,maka tarikan kearah kekotoran jiwa sudah sangat dominan.
     Dalam kosa kata sehari-hari,kita sering mengkonotasikan nafsu sebagai hal yang jelek,tidak baik,kotor,tidak patut,tidak layak,kekacauan,ketidaktertiban,pelanggaran,pendek kata hal hal yang negatif.Apakah benar demikian?
         Dalam kajian kajian ilmu keIslaman,ternyata nafsu atau jiwa itu terbagi dalam beberapa tingkatan, yang masing masing mempunyai ciri cirinya tersendiri,tergantung kepada sifat mana yang menguasai.Dan disitulah ternyata nafsu itu ada yang dalam tingkatan yang paling rendah hingga yang paling tinggi,ada yang paling kotor dan ada yang paling suci.
      Pendidikan yang berfungsi membentuk pribadi yang cerdas, adalah pendidikan yang mampu memproses dan melahirkan pribadi dan jiwa manusia menuju kepada pencapaian jiwa  atau nafsu pada martabat dan tingkatan yang termulia.Maka kecerdasan spiritual adalah kecerdasan yang hendak dituju oleh proses pendidikan setelah melalui kecerdasan intelektual dan kecerdasan emosional.Kecerdasan spiritual adalah maqom bagi jiwa atau nafsu yang telah mencapai puncak martabat yang termulia.
         Berikut adalah tingkatan tingkatan nafsu,dari maqom yang terendah sampai yang tertinggi,dari yang terjelek sampai kepada yang terbaik:

a.Nafsu amarah
 Sifat-sifat yang dominan dari nafsu amarah adalah:kikr,materialistik,dengki,iri hati,susah menerima  kebenaran,hedonistik dan merasa diri besar

Selasa, 07 Februari 2012

Murid & Guru

Oleh : Nasir Al hamdal, M.Pd.I

Murid adalah anak anak didik bagi guru yang mendidik dan mengasuhnya
Murid adalah anak anak dengan beragam potensi yang dimilikinya
Murid adalah anak anak dengan beragam latar belakang sosial ekonominya
Murid adalah anak anak yang kecenderungan untuk ingin mengetahui dan mencoba sesuatu sangat besar
Murid adalah anak anak yang secara fisik dan psikhis sedang tumbuh dan berkembang secara cepat
Murid adalah anak anak yang diusianyalah terkandung gambaran potensi masa depannya
murid adalah anak anak yang butuh perhatian dan empati dari guru dan lingkungan pendidikannya
Murid adalah anak anak yang ditangannyalah masa depang bangsa ini digantungkan
Ketika guru memahami kebutuhan muridnya

Jumat, 03 Februari 2012

Selamat Merayakan maulid nabi Muhammad SAW 1433 H

    (Kegiatan Maulid Nabi MI DAYA MUDA AL-ISLAM)
Oleh : NASIR AL HAMDAL, M.Pd.I (Kepala Madrasah Daya Muda Al Islam)

Maulid Nabi, setiap tahun kita rayakan, sebuah rutinitas yang seharusnya bisa kita ambil hikmah dan pelajaran untuk lebih memaknai hidup kita. Nabi Muhammad SAW lahir ditengah tengah kaum yang sedang kehilangan arah dan tujuan hidup, zaman jahiliyah biasa kita mengenalnya. Zaman kebodohan dan keterbelakangan, bodoh bukan karena tanpa pengetahuan dan terbelakang bukan karena kemiskinan, tetapi bodoh tidak bisa memaksimalkan karunia Allah SWT, Akal dan Kalbunya, untuk meniti jalan yang hak, miskin terhadap kemuliaan dan akhlak, terhadap sesama, dan terhadap alam dan lingkungan.
Bagi kita sebagai pendidik, sungguh teladan nabi adalah model yang bisa kita jadikan acuan dalam membimbing,mengasuh,mengarahkan anak didik kita, kesabaran, ketelatenan,dalam membimbing umatnya.Tidak ada perasaan capek,lelah dan bosan dalam menuntun umat-Nya. Selalu memberikan solusi bagi setiap permasalan umat.