NAFSU
Oleh: Nasir Alhamdal
Nafsu atau diri,jiwa,pribadi adalah bagian yang tak terpisahkan dari manusia. Allah SWT menciptakan manusia terdiri dari jasmani dan rokhani,lahir dan batin jiwa dan raga, ruh dan jasad. Nafsu adalah nama lain untuk ruh yang telah bersatu dengan jasad. Dalam filsafat penciptaan, ruh itu berasal dari alam amr,sedangkan jasad itu dari alam khalq.
Ketika masih dalam wujud ruh maka sifat sifat kesucian masih sangat terjaga, tetapi ketika sudah dalam wujud nafsu,maka tarikan kearah kekotoran jiwa sudah sangat dominan.
Dalam kosa kata sehari-hari,kita sering mengkonotasikan nafsu sebagai hal yang jelek,tidak baik,kotor,tidak patut,tidak layak,kekacauan,ketidaktertiban,pelanggaran,pendek kata hal hal yang negatif.Apakah benar demikian?
Dalam kajian kajian ilmu keIslaman,ternyata nafsu atau jiwa itu terbagi dalam beberapa tingkatan, yang masing masing mempunyai ciri cirinya tersendiri,tergantung kepada sifat mana yang menguasai.Dan disitulah ternyata nafsu itu ada yang dalam tingkatan yang paling rendah hingga yang paling tinggi,ada yang paling kotor dan ada yang paling suci.
Pendidikan yang berfungsi membentuk pribadi yang cerdas, adalah pendidikan yang mampu memproses dan melahirkan pribadi dan jiwa manusia menuju kepada pencapaian jiwa atau nafsu pada martabat dan tingkatan yang termulia.Maka kecerdasan spiritual adalah kecerdasan yang hendak dituju oleh proses pendidikan setelah melalui kecerdasan intelektual dan kecerdasan emosional.Kecerdasan spiritual adalah maqom bagi jiwa atau nafsu yang telah mencapai puncak martabat yang termulia.
Berikut adalah tingkatan tingkatan nafsu,dari maqom yang terendah sampai yang tertinggi,dari yang terjelek sampai kepada yang terbaik:
a.Nafsu amarah
Sifat-sifat yang dominan dari nafsu amarah adalah:kikr,materialistik,dengki,iri hati,susah menerima kebenaran,hedonistik dan merasa diri besar


